Diurnari.com, Mamuju Tengah – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar sosialisasi penyaluran bantuan fasilitas sanitasi berupa tangki septik (safety tank) untuk warga yang benar-benar membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, camat, kepala desa, perangkat desa, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta para penerima manfaat.
Acara dibuka dengan pantun pengingat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah kabupaten menegaskan, penyaluran bantuan ini difokuskan pada kebutuhan mendesak, kelayakan penerima, dan pengelolaan aset yang bertanggung jawab.
“Syarat utama, bantuan hanya diberikan kepada warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi sama sekali. Bukan untuk penggantian atau penambahan,” ujar salah satu pejabat daerah. Prinsip ini diterapkan untuk mencegah ketimpangan sekaligus mendorong kemandirian warga dalam mengelola sanitasi rumah tangga.
Anggaran Terbatas, Prioritas Pemeliharaan
Namun, di tengah penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Mamuju Tengah mengakui adanya pemangkasan anggaran di berbagai sektor, termasuk infrastruktur. Total pemotongan dana lebih dari Rp100 miliar. Alokasi Dana Desa per desa juga turun menjadi hanya Rp200–300 juta.
Kondisi jalan di daerah ini pun memprihatinkan. Data terbaru menunjukkan hanya 27 persen jalan dalam kondisi baik. Akibat keterbatasan anggaran, pemerintah daerah saat ini hanya mampu melakukan pemeliharaan, sementara pembangunan jalan baru menjadi kewenangan pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Peran pemkab dalam program IJD adalah sebagai pengusul prioritas.
Di akhir arahannya, pimpinan daerah mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa untuk bersinergi. “Dengan kerja sama yang baik, bantuan dari pusat bisa terus mengalir dan pembangunan tetap berjalan meski anggaran terbatas,” pungkasnya.














