Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Mamuju Tengah

Wakil Bupati Mateng Minta Strategi Air Bersih Matang, Antisipasi Kemarau Panjang

27
×

Wakil Bupati Mateng Minta Strategi Air Bersih Matang, Antisipasi Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini
Example 325x300

DIURNARI.COM, MAMUJU TENGAH – Kekhawatiran akan krisis air bersih mulai menyelimuti Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah.

Di tengah prediksi cuaca yang menyebutkan bahwa musim kemarau tahun ini masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan, Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary, S.Sos., M.Si., secara tegas meminta jajaran terkait untuk segera menyusun strategi pengelolaan air bersih yang matang dan terukur.

Permintaan tersebut disampaikan Askary dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di ruang pola Kantor Bupati.

Menurutnya, ketersediaan air bersih bukan sekadar masalah teknis, melainkan hajat hidup masyarakat yang harus menjadi prioritas utama.

“Kita tidak bisa bersikap biasa-biasa saja. BMKG sudah memperingatkan bahwa puncak kemarau masih akan kita hadapi dalam waktu yang cukup panjang. Jika tidak disiapkan strategi dari sekarang, warga di daerah-daerah rawan yang selama ini bergantung pada sumber mata air musiman akan mengalami kesulitan,” ujar Askary dengan nada serius.

Dalam arahannya, politisi berpengalaman itu meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk bergerak cepat.

Ia menginginkan adanya pemetaan detail titik-titik rawan kekeringan, perhitungan kebutuhan air harian, hingga skenario distribusi air bersih jika terjadi darurat.

“Strategi yang dimaksud tidak hanya soal tangki air, tetapi juga pengelolaan mata air yang ada, optimalisasi sumur bor, hingga sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Kita harus pastikan tidak ada satu pun desa yang terlambat mendapat bantuan saat kemarau puncak tiba,” tegasnya.

Askary juga menyoroti pentingnya koordinasi vertikal dengan provinsi dan pusat. Ia menginstruksikan agar jajaran teknis segera mengajukan usulan bantuan jika kapasitas daerah tidak mencukupi, terutama untuk wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.

Di sisi lain, Wakil Bupati yang akrab disapa Unda Askary itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga infrastruktur air yang ada. Ia mengingatkan agar tidak ada pemborosan air dan tidak merusak ekosistem sekitar sumber mata air.

“Musim kemarau adalah ujian bersama. Pemerintah akan bekerja maksimal, tapi peran serta masyarakat dalam menghemat air dan melaporkan jika ada pipa bocor atau sumber air kritis sangat membantu kita semua,” imbuhnya.

Rapat koordinasi yang berlangsung kurang lebih dua jam itu pun menghasilkan kesepakatan untuk membentuk tim cepat tanggap air bersih yang akan mulai memetakan kondisi lapangan dalam pekan ini. Tim tersebut diharapkan mampu memberikan rekomendasi teknis dan rencana kontingensi yang siap dijalankan kapan saja.

Dengan langkah antisipatif ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap dampak musim kemarau dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa gangguan berarti di tengah cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung. (*)

Example 120x600
Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *