Diurnari.com,Mamuju Tengah – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, tengah mengembangkan sebuah inovasi untuk menangani persoalan sampah yang semakin meningkat.
Inovasi tersebut bernama SISAPA, yang merupakan akronim dari “Sikat Sampah Plastik”.
Berdasarkan data DLH Mateng, volume sampah yang diangkut setiap hari mencapai 20 ton, yang terdiri atas sampah organik dan non-organik.
Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Jika tidak ditangani secara tepat, terutama sampah plastik, berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Kepala DLH Mateng, Asmuni, menjelaskan bahwa SISAPA merupakan bagian dari proyek perubahan yang dirancang tidak hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga untuk membangun kesadaran dan budaya baru dalam mengelola sampah plastik.
Menurutnya, pencemaran sampah plastik telah berdampak pada lingkungan sekitar, bahkan mikroplastik telah ditemukan dalam sumber air lokal.
Kondisi ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
Asmuni menambahkan, program SISAPA, saat ini masih dalam tahap perencanaan, disusun dengan pendekatan edukasi, eksekusi, dan evaluasi. Melalui program ini, masyarakat akan diajak untuk memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali sampah menjadi produk yang memiliki nilai, “terangnya.
Sebagai contoh, DLH Mateng telah mulai menerapkan kebijakan untuk mengurangi penggunaan air minum dalam botol sekali pakai di kalangan pegawai dengan menyediakan air galon bersama. Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga dapat menekan anggaran belanja air kemasan di kantor-kantor pemerintah.
Selain itu, SISAPA juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti bank sampah, UMKM daur ulang, dan pelatihan keterampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis. Program ini sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah yang menekankan pentingnya perlindungan lingkungan dan penguatan ekonomi rakyat.
Ke depannya, DLH Mateng berencana untuk menggandeng sekolah, komunitas lokal, serta organisasi masyarakat agar gerakan ini dapat dijalankan secara kolektif dan berkelanjutan.
Asmuni menegaskan, sampah adalah tanggung jawab bersama, dan SISAPA hadir sebagai ajakan untuk memulai perubahan dari rumah dan kebiasaan kecil menuju dampak yang lebih besar.














