DIURNARI.COM, MAMUJU TENGAH – Menyambut bulan suci Ramadhan yang identik dengan peningkatan kebutuhan air bersih, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Air Bersih mengambil langkah strategis untuk memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Kesiapsiagaan ini ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan pemakaian air oleh pelanggan selama bulan ramadhan.
Kepala UPTD Air Bersih, Amiruddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kontinuitas pasokan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa potensi gangguan distribusi air tetap dapat terjadi sewaktu-waktu. Gangguan tersebut bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti kondisi sumber air, proses pengolahan, atau kendala teknis di tingkat pelanggan.
“UPTD telah bersiaga menghadapi peningkatan pemakaian air selama Ramadhan. Namun, kami juga mengimbau pelanggan untuk turut bersiap apabila terjadi gangguan distribusi,” ujar Amiruddin.
Sebagai bentuk tanggap darurat, UPTD telah menyiapkan mekanisme penanganan yang cepat dan terstruktur. Ketika terjadi gangguan, informasi akan segera disampaikan kepada pelanggan agar mereka dapat melakukan penampungan air. Selain itu, petugas akan mengirimkan air bersih ke zona-zona terdampak serta melakukan perbaikan teknis di lapangan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi, UPTD membentuk Grup Mitra Pelanggan sebagai wadah interaksi antara pengelola dan masyarakat. Melalui grup ini, informasi mengenai gangguan atau langkah penanganan dapat tersampaikan secara cepat, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Saran dan solusi bijak dari pelanggan akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengoperasian lima layanan SPAM IKK, yaitu Topoyo, KTM Benteng, Tobadak, Babana, dan Karossa,” tegas Amiruddin.
Tak hanya mengandalkan peran pengelola, UPTD juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kelancaran distribusi air. Salah satu imbauan penting adalah agar pelanggan menggunakan air secara bijak dan tidak menggunakan mesin sedot langsung dari pipa. Penggunaan alat tersebut dapat mengganggu tekanan air dalam jaringan perpipaan dan menghambat distribusi secara merata kepada pelanggan lain.
Dengan berbagai keterbatasan yang ada, UPTD Air Bersih berharap dukungan dan kerja sama masyarakat terus terjalin. Sinergi yang baik antara pengelola dan pengguna layanan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih yang optimal bagi seluruh pelanggan, khususnya selama bulan Ramadhan.














