DIURNARI.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah resmi menuntaskan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Agenda penutup tersebut digelar di Kecamatan Tobadak, yang menjadi lokasi strategis terakhir dalam proses penjaringan aspirasi masyarakat sebelum disusun ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Musrenbang yang berlangsung di Tobadak ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga bagi arah pembangunan daerah secara keseluruhan.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh usulan program yang masuk harus mengacu pada dokumen perencanaan jangka menengah daerah.
“Kita harus memastikan setiap aspirasi yang muncul dari desa dan kelurahan selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Jangan sampai ada usulan yang tidak sejalan, karena semua harus mendukung visi besar kita menjadikan Mamuju Tengah sebagai daerah agropolitan yang mandiri,” ujar Askary di hadapan peserta musrenbang.
Askary menambahkan bahwa dalam penyusunan prioritas, pemerintah daerah berpedoman pada program unggulan ASTA KUAT serta fokus pada penguatan infrastruktur ekonomi. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya berpikir jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap usulan yang diajukan.
“Kita ingin pembangunan di Mamuju Tengah ini terukur. Infrastruktur yang dibangun harus benar-benar mendorong produktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi ciri khas kita,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Mamuju Tengah, Nirmalasari Aras, yang turut hadir dalam forum tersebut, menyoroti potensi besar yang dimiliki Tobadak. Menurutnya, kecamatan ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan yang dapat berkontribusi terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa mendatang.
“Potensi Tobadak luar biasa. Kita bisa menjadi pemasok utama kebutuhan pangan untuk IKN. Tapi mimpi besar ini tidak akan tercapai jika akses pasar dan layanan dasar seperti jalan, listrik, serta irigasi masih terkendala,” terang Nirmalasari.
Ia menekankan bahwa pembenahan infrastruktur konektivitas harus menjadi perhatian utama. Tanpa akses yang memadai, hasil bumi Tobadak yang melimpah tidak akan bisa bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk IKN.
Musrenbang di Tobadak ini dihadiri oleh para camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Aspirasi yang dihasilkan dari forum ini akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen perencanaan sebelum dibahas lebih lanjut di tingkat kabupaten.
Dengan ditutupnya rangkaian Musrenbang kecamatan, Pemkab Mamuju Tengah kini memasuki tahap sinkronisasi dan verifikasi usulan untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mewujudkan visi daerah.














