Diurnari.com, Mamuju Tengah – Ancaman Abrasi Pantai dan Erosi Sungai kian mengkhawatirkan di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.
Sejumlah wilayah pesisir dan bantaran sungai kini masuk kategori rawan, sehingga berpotensi mengancam keselamatan warga serta infrastruktur vital.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Mateng, Hamka. Ia mengatakan abrasi dan erosi bukan lagi persoalan sepele, melainkan ancaman nyata yang harus ditangani secara serius dan terencana.
“Ini bukan masalah kecil yang bisa ditunda-tunda. Abrasi dan erosi sudah menjadi ancaman langsung bagi keselamatan masyarakat,” kata Hamka saat dikonfirmasi, Rabu, (28/12026).
Menurutnya, dampak abrasi dan erosi sudah sangat dirasakan warga di sejumlah wilayah.
Selain mengancam permukiman, kondisi ini juga berisiko merusak fasilitas umum dan infrastruktur strategis daerah.
“Kita bicara soal rumah warga, jalan, hingga fasilitas publik. Kalau tidak segera ditangani, kerugiannya akan jauh lebih besar,” ujarnya.
Hamka mengingatkan, keterlambatan penanganan hanya akan memperbesar potensi bencana. Warga yang tinggal di wilayah terdampak, kata dia, terus hidup dalam rasa cemas, terutama saat intensitas hujan meningkat dan gelombang laut sedang tinggi
“Masyarakat selalu dihantui kekhawatiran. Setiap hujan deras atau air laut pasang, mereka takut terjadi longsor atau abrasi lebih parah,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen, ia kembali mengangkat persoalan abrasi dan erosi dalam forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Ia mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada perencanaan, tetapi segera merealisasikan langkah konkret di lapangan. “Penanganannya harus menyeluruh dan berkelanjutan, jangan setengah-setengah atau hanya bersifat sementara,” tegas Hamka.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sulawesi, agar penanganan abrasi dan erosi dapat dilakukan secara terpadu dan tepat sasaran.
Berdasarkan data lapangan, sejumlah kawasan pesisir di Mateng telah masuk kategori rawan abrasi, di antaranya Pantai Lamba-lamba, kawasan Mes Dusun Pambutungang, serta beberapa titik pesisir lainnya. Sementara itu, ancaman erosi sungai terjadi di Desa Pangalloang, Kecamatan Topoyo, dan sejumlah wilayah lainnya di Mateng.














