DIURNARI, MAMUJU TENGAH – Nurhayati Muchtar, seorang guru SD Inpres Benteng, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) membuat inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan penjumlahan dan pengurangan siswa.
Inovasi ini diberi nama Literasi Numerasi “Market Day”, yaitu sebuah program
pembelajaran yang memanfaatkan konsep pasar tradisional.
“Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan penjumlahan dan pengurangan siswa kelas 3 SD,” ucap Nurhayati saat ditemui awak media, Rabu (20/11/2024).
Lebih lanjut ia mengatakan, adapun latar belakang inovasi ini pertama, sebagai kebutuhan kontekstual pembelajaran matematika. Dimana, perlu didukung dengan contoh -contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Kedua, peningkatan pemahaman
konsep penjumlahan dan pengurangan akan lebih mudah dipahami siswa melalui aktivitas yang menarik dan bermakna.
Ketiga, Penguatan Literasi Numerasi yaitu Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kemampuan literasi numerasi pada materi penjumlahan dan pengurangan.
Adapun tujuan jangka pendek inovasi ini, yaitu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep penjumlahan dan pengurangan melalui pembelajaran
kontekstual.
Sementara, tujuan jangka panjangnya yaitu mengembangkan kemampuan literasi numerasi siswa sebagai pondasi untuk mempelajari matematika yang
lebih kompleks. (*)














