DIURNARI.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam perencanaan pembangunan yang partisipatif dan akuntabel. Memasuki hari keempat pelaksanaan Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, giliran Kecamatan Budong-Budong yang menggelar acara tersebut pada Rabu (11/02/2026). Agenda ini menjadi forum strategis bagi masyarakat untuk menyuarakan prioritas kebutuhan mereka sekaligus menyelaraskannya dengan kebijakan pemerintah daerah dan nasional.
Pelaksanaan Musrenbang tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional yang tengah digalakkan, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah memastikan bahwa keterbatasan fiskal tidak lantas mengurangi kualitas dan ketepatan sasaran program.
Sinkronisasi Program Daerah dan Nasional
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Mamuju Tengah, Litha Febriani, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjadi simpul koordinasi penting untuk memastikan setiap usulan program dapat terintegrasi dengan baik, baik di level kabupaten, provinsi, maupun pusat.
“Kita harus memastikan sinkronisasi program daerah dan nasional berjalan optimal. Mulai dari penguatan kedaulatan pangan, percepatan penurunan kemiskinan, hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Inilah tiga pilar utama yang menjadi fokus kita bersama,” ujar Litha Febriani di hadapan para peserta Musrenbang.
Ia menambahkan, dengan adanya efisiensi anggaran, pemerintah justru dituntut untuk lebih kreatif dan cermat dalam menentukan skala prioritas. “Efisiensi bukan berarti berhenti, tetapi bagaimana kita bisa berbuat lebih banyak dengan sumber daya yang ada, dan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Optimalisasi Potensi Lokal sebagai Tulang Punggung Ekonomi
Senada dengan Sekda, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamuju Tengah, Nirmalasari Aras, yang turut hadir dalam forum tersebut, memberikan perhatian khusus pada potensi unggulan di Kecamatan Budong-Budong. Menurutnya, sektor perkebunan dan pertanian di wilayah ini memiliki prospek yang sangat cerah dan dapat menjadi tulang punggung ekonomi daerah jika dikelola dengan baik.
“Saya mendorong agar Musrenbang ini menghasilkan rekomendasi yang konkret untuk optimalisasi potensi perkebunan dan pertanian. Namun, kita tidak boleh berhenti hanya pada peningkatan produksi. Akses distribusi dan pemasaran adalah kunci. Petani dan pekebun kita harus mendapatkan kemudahan untuk membawa hasil bumi mereka ke pasar dengan harga yang layak,” tegas Nirmalasari.
Ia berharap, usulan dari masyarakat terkait infrastruktur pendukung seperti perbaikan jalan usaha tani, akses ke pasar, serta program peningkatan kapasitas petani, dapat menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan di tahun mendatang.
Musrenbang di Kecamatan Budong-Budong berlangsung dengan dinamis, dihadiri oleh para camat, kepala desa/lurah, perwakilan BPD, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hasil dari forum ini akan dibawa ke tingkat kabupaten untuk kemudian dikaji lebih lanjut dan ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Mamuju Tengah.














